Categories
Kesehatan Teknologi Tips

Review Logan, Film Superhero yang Lebih Emosional

Diulas dari laman RenaMovies.com film Logan menceritakan tentang sosok Wolverine yang menjalani kehidupannya sebagai seorang supir di tahun 2029. Ya, di masa tersebut dikisahkan bahwa Wolverine sudah tidak lagi berada di sekolah mutan yang dikelola Profesor X. Saat ini, Wolverine merawat Profesor X yang sudah mengalami penurunan fungsi otak karena sudah terlalu tua.

Menjalani kehidupannya seperti biasa, suatu ketika Wolverine didatangi oleh seorang perawat yang membawa seorang anak perempuan. Anak tersebut diketahui sebagai X-23 dengan nama Laura yang juga memiliki kekuatan seorang mutan. Dan siapa mengira, ternyata X-23 ini sedang diincar oleh sebuah korporasi jahat bernama Transigen. Seperti apa kemudian petualangan yang mereka lalui?

Fox seakan mempertegas konsistensinya sebagai pembuat film superhero yang menyasar para penonton dewasa setelah sebelumnya rilis Deadpool. Logan sama sekali bukan tontonan yang diperuntukkan untuk penonton anak karena ada banyak darah dan umpatan kasar sepanjang durasi film ini.

Film ini sendiri diadaptasi dari komik Old Man Logan karya Mark Millar. Jika dalam versi komik Logan berkontak dengan superhero lain milik Marvel seperti Hulk, Spider-man, dan sebagainya, maka kali ini Kamu tidak bisa bertemu dengan mereka dalam versi filmnya. Tentu saja karena pihak Fox tidak berhak untuk menggunakan mereka. Asiknya, cerita pun disesuaikan hingga memunculkan para karakter X-Men mulai dari Caliban, Profesor X dan lainnya.

Apa yang membuat Logan berbeda dari film superhero lainnya mungkin terletak pada banyaknya unsur yang begitu jarang diulas dalam film sejenis. Logan cenderung banyak membawa nuansa tragedi mendalam sekaligus kelam. Terlebih karena film ini akan menjadi perpisahan dengan Hugh Jackman dan Patrick Stewart, wajar jika film Logan ini menjadi begitu emosional. Kamu bisa merasakan bagaimana hubungan antara Wolverine dengan Profesor X yang bagaikan anak dan ayah dengan segala likunya.  

Walaupun berkesan kelam dan lebih emosional, film ini tetap menawarkan aksi yang juga dahsyat. Kamu bisa menikmati adegan laga yang begitu seru, sadis dan membuat bergidik ngilu. Seperti yang disebutkan tadi bahwa X-23 adalah seorang mutan, dan ia juga memiliki cakar berbahan logam adamantium, sama dengan yang dimiliki Wolverine. Bisa Kamu tebak, kekuatan macam apa yang bisa diberikan oleh tandem cakar super tajam tersebut.

Menjadi lawan main Wolverine, Laura X-23 seakan memiliki aura yang begitu matching. Ia tak mudah tenggelam oleh keberadaan Wolverine. Sosok perempuan dengan tatapan tajam sekaligus menyatakan tentang rasa kesepian yang begitu dalam. Dafne Keen memerankan Laura X-23 dengan luar biasa. Tak hanya permainan perannya, ia juga memiliki bentuk fisik yang begitu ideal sebagai karakter X-23 dalam versi komik lengkap dari rambut, wajah dan posturnya. 

Satu hal yang mungkin cukup disayangkan adalah karakter musuh yang sepertinya kurang dimaksimalkan, alias sekedar ada. Hanya Donald Pierce (Boyd Holbrook) yang menjadi pimpinan para Reavers pemburu mutan yang terlihat sedikit menonjol. Selebihnya, film ini seperti hanya mengulas tentang kisah karakter utama serta pergulatan emosi saja.